Tuesday, February 21, 2006

Hindari Rumah Pondok Indah

Image hosting by Photobucket

Judul : Rumah Pondok Indah
Sutradara : Irwan Siregar
Produksi : Indika Entertainment
Pemain : Asha Sara, Ricky Harun, Chintami Atmanagara, Ruhut Sitompul.

Beberapa waktu lalu teman saya pernah memberi komentar, bahwa Sinemaindonesia tutup karena tidak sanggup lagi membuat resensi-resensi film Indonesia setelah film Jomblo keluar. Setengah bercanda dia mengatakan film Rumah Pondok Indah lah yang membuat Sinemaindonesia kolaps dan ketakutan buat resensi. Soalnya, mereka sudah kehabisan kancut untuk merating film garapan Sutradara Irwan Siregar ini.

Sebelum film ini beredar, jauh-jauh hari saya memang tidak punya keinginan kuat untuk menonton film ini. Soalnya, saya sudah cukup trauma dengan film-film garapan Indika Entertainment.

Tapi, sekali lagi keinginan untuk menonton film secara gratis itu justru lebih kuat dibandingkan trauma yang saya alami. Susah memang menolak hal-hal yang serba gratis.

Akhirnya dengan berbekal semangat 45 saya pun langsung nonton film tersebut. Sebagai catatan, saya ingat bahwa sutradara Irwan Siregar adalah sutradara serial sinetron berjudul Permata dan Permana. Sinetron yang menurut saya menarik karena mengupas kisah tentang dua orang pria yang berubah jadi seorang transeksual karena ingin gampang cari duit.

Film Rumah Pondok Indah bercerita tentang sebuah rumah yang sepertinya mempunyai kutukan. Setiap keluarga yang menghuni rumah tersebut akan mengalami bencana. Dari rumah tersebut lah segala bencana dimulai. Pertama, seluruh keluarga mati dalam waktu 1x24 jam. Setelah itu, penghuni selanjutnya diteror oleh hantu yang berada di rumah tersebut.

Dari segi tema cerita, saya memang mengakui bahwa ide cerita yang dibawakan memang sangat menarik. Soalnya, anggapan bahwa setiap rumah mempunyai hantunya masing-masing adalah mitos yang sudah lama kita dengar dari kecil. Jadi tidak heran, setelah sekian lama film Rumah Pondok Indah keluar dan berbicara tentang rumah-rumah yang berpenghuni. Apalagi film ini ditempeli dengan kasus fenomenal yang mengejutkan masyarakat kota Jakarta, yakni hilangnya seorang penjual nasi goring di sebuah rumah di Pondok Indah.

Sayangnya eksekusi film ini benar-benar mengecewakan. Secara pribadi saya menganggap film ini adalah film yang paling annoying selama karir saya menonton film. Soalnya, di film ini kita bukan lagi dibikin takut dengan penampakan-penampakan setan, tapi malah dikejutkan dengan suara score musik yang tiba berdentum kencang. Saran saya, kalau mau nekat nonton film ini sebaiknya membawa penutup kuping.

Selain itu akting para pemeran filmnya juga tidak terlalu bagus. Saya yakin mereka tidak perlu menghapal terlalu banyak. Soalnya, sepanjang film berlangsung kalimat yang paling banyak keluar cuma dua yakni ketawa cekikan, sama Elsi kemana? Elsiiiiii……..

Entah karena terlalu obsesi dengan film Exorcist, saya sangat aneh ketika adegan kesurupan berlangsung. Ketika pemeran utamanya kesurupan, saya seperti mendengar suara motor RX King yang tengah digas kencang-kencang dari mulutnya. Sudah begitu, pake adegan terbang lagi plus cahaya yang keluar. Berlebihan banget.

Sayang, dari semua kesalahan itu, sang sutradara justru melupakan hal yang paling detil dan seharusnya tidak boleh terlewatkan. Yakni, sang sutradara lupa untuk menghadirkan Susana wilayah Pondok Indah dalam film ini. Boleh saja film ini berjudul Rumah Pondok Indah, tapi sepanjang film saya benar-benar tidak merasakan tanda-tanda lokasi Pondok Indah. Mungkin, karena terlalu asyik bermain-main horror termisteri, sutradara lupa akan detil lokasi.

3 comments:

dahlia said...

susahnya kitah tuh yah...
klo denger "pondok indah",..
nah kepikirnya pasti ..
perumahan yg ngak mampu gw beli ituh

hasilnya kecewa deh, ngak bisa beli rumah di pondok indah..

hehehe komen makin ngawur,
monggo klo mau diapus nih komen. hiks

Alvin Pirlo said...

I thought I was 100000000% right to say that this movie would be crab! Oh, no, I can imagine how it would be ... May be American B-rated movie is still much much much better than this shit!

vla garda said...

hehe, jadi detil lokasinya malah luput ya bos? :))

jangan2 syutingnya di dalem rumah mulu. gw belum dan ga mau nonton ah. daripada budek :p

Elsiiiii, Elsi kemana??
:)) tolol.