Saturday, December 07, 2013

Ajo, Liliput Berhati Raksasa



Di antara ratusan orang yang berkumpul di Sabuga, Asep Suhendra bergerak lincah. Meskipun beberapa pengunjung berdesak-berdesakan melihat motor-motor yang dipamerkan di tempat tersebut, Ajo, demikian dia disapa, mengandalkan kedua tangannya menyelinap cepat di antara badan-badan raksasa manusia.

Bagi Ajo, pengunjung yang memadati gedung Sabuga itu memang bak raksasa. Ajo tidak bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan mereka. Ajo bak Liliput dimana tubuh ya men jongkok hampir menyapu lantai. Mungkin dari situlah teman-temannya memanggil dia dengan sebutan Ajo.

Ya, Ajo adalah Asep Jongkok. Seorang pria berusia 43 tahun yang telah merangkak menjalani hidup dengan kedua tangannya. Kedua kakinya sudah tidak berfungsi normal sejak berusia 5 tahun. Mungkin bahkan sebelum dia fasih menyebut nama kedua orang tuanya.

Dokter memvonis Ajo terkena polio, sebuah virus yang ada sejak jaman pra sejarah melumpuhkan sistem saraf pusat Ajo. Virus itu melemahkan dan melumpuhkan ototnya. Tapi, virus itu tidak mampu melemahkan hati ya. Virus yang melemahkan seluruh kakinya, justru gagal melukai harga dirinya. Semuanya berkat hati raksasa yang di miliki.

Dengan segala kekurangannya, Ajo enggan berpangku tangan. Seperti saat saya berusaha mengangkat tubuhnya untuk berpose di atas sepeda motor yang dia buat rancangannya. Dia memilih menaikinya sendiri.

Ajo memang seorang perancang motor untuk pengendara disabilitas. Di bengkelnya yang ada di kawasan Ujungberung, Ajo merancang dan membuat motor-motor roda tiga yang berguna bagi disabilitas. Hasil rancangan Ajo pun ternyata bukan tanpa prestasi, Honda CB 100 roda tiganya menjadi juara kedua kompetisi motor roda tiga se-Indonesia pada kejuaraan classic race yang diadakan klub Moge Brotherhood. Reputasinya yang baik membuat bengkel modifikasi Motorpop meminta jasanya untuk memberikan konsultasi saat mengikuti lomba modifikasi motor untuk disabilitas di Sabuga.

Ajo memang bukan hanya membuat motor disabilitas, dia juga memiliki hati yang besar untuk peduli bagi rekan-rekannya yang disabilitas. Dia pun menghimpun mereka dalam perkumpulan bernama Motor Disabel. Di perkumpulan ini mereka sama-sama berjuang tidak hanya untuk membuat motor yang mampu membuat mereka tetap beraktivitas, tapi juga berkreasi bersama menunjukkan bahwa mereka sama dengan manusia lainnya yang sempurna.

Ajo memang tidak bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dia bak Liliput di tengah manusia lainnya. Tapi hatinya adalah raksasa, membuat dia menjulang tinggi di antara kita.

No comments: